Jumat, 01 November 2013

Perkembangan Telematika dalam Teknologi informasi


            Seiring dengan majunya teknologi di era modern ini. Manusia sudah tidak asing lagi dengan teknologi. Maka dari itu, teknologi selalu saja mengalami tahap perkembangan dari masa ke masa. Setiap waktu selalu ada yang menciptakan teknlogi baru atau mengembangkan teknlogi lama yang sudah ada menjadi lebih canggih lagi.

            Perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.

            Yang pertama adalah periode perintisan. Periode rintisan telematika ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa. Pada pihak akademisi dan praktisi praktisi IT (Information and Technology), merekam penggunaan internet sebagai berikut.

            Menjelang akhir tahun 1980-an, tercatat beberapa komunitas BBS, seperti Aditya (Ron Prayitno), BEMONET (BErita MOdem NETwork), JCS (Jakarta Computer Society - Jim Filgo), dan lain-lain. Konon, BEMONET cukup populer dan bermanfaat sebagai penghilang stress dengan milis seperti "JUNK/Batavia". Di kalangan akademis, pernah ada UNInet dan Cossy. UNINET merupakan sebuah jaringan berbasis UUCP yang konon pernah menghubungkan Dikti, ITS, ITB, UI, UGM, UnHas, dan UT. Cossy pernah dioperasikan dengan menggunakan X.25 dengan pihak dari Kanada. Milis yang kemudian muncul menjelang akhir tahun 1980-an ialah the Indonesian Development Studiesi (IDS) (Syracuse, 1988); UKIndonesian (UK, 1989); INDOZNET (Australia, 1989); ISNET (1989); JANUS (Indonesians@janus.berkeley.edu), yang saking besarnya sampai punya beberapa geographical relayers; serta tentunya milis kontroversial seperti APAKABAR.

            Jaringan internet tersebut, terhubungakan dengan radio. Medio tahun 1980 diisi dengan komunikasi internasional melalui kegiatan radio amatir, yang memiliki komunitas dengan nama Amatir Radio Club (ARC) Institut Teknologi Bandung (ITB). Bermodalkan pesawattransceiver HF SSB Kenwood TS 430 dengan computer Apple II, sekitar belasan pemuda ITB menghubungkan server BBS amatir radio seluruh dunia, agar email dapat berjalan lancar.

            Kemudian yang kedua ada periode Pengenalan. Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.

            Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet.

            Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996.

            Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional - tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.

            Lalu yang terakhir adalah periode Aplikasi. Reformasi yang banyak disalahartikan, melahirkan gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat denganb mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah.

            Awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Kebijakan pengembangan yang sifatnya formal "top-down" direalisasikan dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai nernagai bidang usaha yang bergerak di sector telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.

            Selanjutnya, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hamper seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televise, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada cafĂ© dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.

Source :

http://e-majalah.com/0508sucipto.html
Akbar, Ali. 2005. Perjalanan Seorang Telematika. Bandung:  Penerbit M2S Bandung.

Telematika dan Pemanfaatannya dalam TI

Pengertian Telematika
Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalu lintas (road vehicles dan vehicle telematics). Penggunaan telematika banyak digunakan pada bidang lain seperti kesehatan, pendidikan dan masih banyak bidang yang lain.
Pemanfaatan Telematika di Bidang Teknologi informasi.
  •         Pengelolaan Sistem Informasi

Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam bentuk disket atau CD ROM, namun perlu dikembangkan lebih lanjut sistem agar informasi itu mudah dikomunikasikan. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya lebih dinamik (karena memuat hal-hal yang mutakhir) dapat dikelola dalam suatu sistem.
  •         Video Teleconference

Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.
Banyak faktor yang mempengaruhi dilaksanakan atau tidaknya potensi teknologi telematika. Faktor utama, menurut Miarso (2004) adalah adanya komitmen politik dari para pengambil kebijakan dan ketersediaan para tenaga terampil.

source :

Kamis, 30 Mei 2013

Surat Dinas Lamaran Pekerjaan

Jl. Tirtonadi 3
Bekasi Jaya
Bekasi 17112
021-9218681

30 Mei 2013


Kepada Yth;
Head of Human Resources Dept.
PT. Bekasi Komputindo
Bekasi Central Business District
Jl. Cendrawasih raya B-5
Bekasi Jaya
Bekasi 17114

Dengan hormat,

Saya adalah mahasiswa jurusan Sistem Informasi di Universitas Gunadarma, Bekasi, yang telah lulus, dan akan diwisuda untuk menerima gelar Sarjana Komputer pada bulan Juli 2013.

Saat ini saya sedang mencari pekerjaan dalam bidang yang berhubungan dengan Database/Graphic Package Design dalam suatu departemen pengembangan dan penilitian pada sebuah perusahaan yang berskala besar.

Pada tahun-tahun terakhir perkuliahan, saya bekerja paruh waktu di Lembaga Pendidikan Kejuruan (LPK), sebagai instruktur kursus tekhnik computer. Untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan, saya juga mengikuti kursus dalam bidang desain grafis dan database. Dengan latarbelakang pendidikan, pengetahuan dan keterampilan tersebut, saya yakin akan dapat memberikan kontribusi yang bernilai untuk perusahaan Bapak.

Terlampir adalah daftar riwayat hidup saya, yang memuat rincian pengalaman dan kursus-kursus yang telah saya ikuti. Saya berharap bahwa kualifikasi saya mendapat perhatian dari Bapak, dan sebuah kesempatan interview akan diberikan kepada saya.

Terima kasih atas perhatiannya.


Hormat saya,



Paring Sukarno


Daftar Riwayat Hidup

* Data Pribadi
===================================================

Nama Lengkap : Paring Sukarno
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 15 Mei 1992
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Status : Belum kawin
Identitas : KTP no. 3275 0105 0592 0029
Alamat : Jalan Tirtonadi 3, RT:11/08 no. 43, Bekasi
No. Kontak : 0881 1279 2988
Email : emofahrie@yahoo.com


* Pendidikan Formal

1998-2004 : SDN Bekasi jaya indah 13 Bekasi
2004-2007 : SMP PGRI 1 Bekasi
2007-2010 : SMA PGRI 1 Bekasi
2010-2014 : Sistem Informasi Universitas Gunadarma

Pendidikan Informal

2002 : Practical English Center Tingkat 4 di PEC Mekarsari


Demikian riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya.


Bekasi, 30 Mei 2013




(paring)

Rabu, 24 April 2013

Tugas Teknik Kompilasi (Analisa Leksikal)

NAMA      : Paring Sukarno
KELAS     : 3KA33
NPM         : 15110320

Analisa Leksikal Program Tunjangan  dengan COBOL


Hasil analisa leksilal:

        1. Identifier (TUNJ1, TUNJ2, TUNJ3)
        2. reserve word (boolean, integer, real, char, string, identifikasi, environment, data, prosedur)




Penjelasan : 
          Di program kedua ini kita akan membuat loop tapi dengan program tunjuangan gaji karyawan dan disini digunakan fungsi “GO TO..DEPENDING” yaitu Statement yang akan membawa proses program menuju ke suatu paragraf tertentu (dengan syarat). Dimulai lagi dari kolom ke-8 diisi dengan perintah “Identification Division” yaitu digunakan sebagai keterangan terhadap program yang dibuat.

          Lalu dibuat statement “Program-id. GO TO”, dan disini dibuat agar data dapat berjalan karena sesuai dengan program yang akan kita buat. Lalu dibuat perintah “Athor Asep” itu boleh digunakan boleh juga tidak, itu digunakan sebagai pengenal saja. Lalu ada “Environment Division”, yang ini berfungsi untuk sebagai informasi apa saja yang digunakan dalam program lalu ada “Data Division” yang berfungsi untuk memberikan penjelasan tentang input dan output yang akan kita buat.

          Setelah itu baru lanjut ke “Working-storage section” yaitu proses pembuatan program akan segera berkerja,setelah itu kita memulai untuk input data dengan “01 TANYA PIC X(1)”, itu berarti statement “TANYA” digunakan pict clause x(alphanumeric) dan diisi dengan 1 jenis dalam penginputan, lalu ada “88” “Lagi” dan “Tidak” yang yang memiliki value “Y” dan “T”, dari sini diketahui bahwa fungsi pict x(1) untuk pemilihan kondisi apakah ya/tidak dengan memiliih Y/T dan 88 adalah level number untuk kondisi.

          Dan 77 Pic 9 itu nantinya untuk pemilihan jenis pada gaji pegawai, apakah 1,2 atau 3 tetapi jika kita ketik 4 maka hasilnya akan keluar “Maaf Tidak Ada jabatan, ulangi!”, dan dari situ mulai masuk ke screen section dan mulai “Blank Screen” yang berarti akan membersihkan layar, lalu masuk ke “Procedure Division” dan disini digunakan statement GO TO..DEPENDING, dimulaii dari masukkan input berupa angka dan disini dimasukkan fungsi Masing Tunjangan seperti source di atas, lalu digunakan fungsi GO TO DEPENDING jika kita memasukkan data 1,2,3 pada “PILIH”.

          Maka akan keluar tunjangan sesuai fungsi tapi jika kita menggunakan sembarang angkka maka akan keluar “Maaf Tidak Ada jabatan, ulangi!”, dan kita akan ditanyakan apakah kita akan kembali bertanya, jika yam aka kita akan kembali ke menu “Plih” jika tidak maka kita akan selesai dengan tulisan “Terima kasih anda telah sign out”. Dan program pun selesai berjalan.



Jumat, 19 April 2013

Berpikir Deduktif


Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum, lawannya induksi. Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. Pernyataan yang mendukung silogisme disebut premis yang dibedakan sebagai premis mayor dan premis minor. Berdasarkan kedua premis tersebut ditarik kesimpulan

Deduksi juga merupakan suatu cara penalaran dengan menggunakan kriteria atau suatu keyakinan tertentu untuk mendapatkan suatu kesimpulan kasus khusus atau spesifik. Sebuah pernyataan yang dianggap mewakili sebuah kebenaran atau setidaknya sesuatu yang dianggap benar yang memiliki implikasi implikasi tertentu yang dapat diturunkan menjadi sebuah atau beberapa buah pernyataan yang lebih spesifik dan khusus, merupakan salah satu dari ciri penalaran deduktif (deduksi). Dengan demikian deduksi diawali oleh sebuah asumsi (entah itu dogma, atau apapun) yang kemudian dilanjutkan dengan kesimpulan yang lebih khusus yang diturunkan dari asumsi awal tersebut. Kesimpulan yang diambil harus merupakan turunan atau derivasi dari asumsi atau pernyataan awal.

Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.

Ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama. Salah satu karakteristik matematika adalah bersifat deduktif.
contoh berikut memakai pola berpikir yang dinamakan silogismus, suatu pola berpikir yang sering dipakai dalam menarik kesimpulan secara deduksi.
  • Semua mahluk mempunyai mata        (Premis mayor)
  • Si Polan adalah seorang mahluk         (Premis minor)
  • Jadi si Polan mempunyai mata           (Kesimpulan)
Penarikan kesimpulan secara deduksi harus memenuhi syarat:
Premis mayor harus benar
Premis minor harus benar
Kesimpulan harus sahih (mempunyai keabsahan)

 Sumber :


http://sidodolipet.blogspot.com/2010/05/berpikir-deduktif-induktif.html diakses pada tanggal 10 April 2013 Pukul 14:04 Wib
http://haqiqie.wordpress.com/2007/03/11/deduksi-berfikir-deduktif/ diakses pada tanggal 10 April 2013 Pukul 14:14 Wib
http://laizaemolife.blogspot.com/2009/11/penalaran-deduktif-induktif_04.html diakses pada tanggal 10 April 2013 Pukul 14:54 Wib

Sabtu, 17 November 2012

Mencari kesalahan kosa kata

Kompetisi Mobil Listrik Indonesia-Tim UNY Kembali Sabet Juara

Setelah merebut gelar juara ketiga kalinya tim mobil listrik UNY semakin optimistis dapat memproduksi Fecar secara massal.

YOGYAKARTA– Tim mobil listrik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terlalu tangguh untuk dikalahkan lawan-lawannya. Dalam Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) IV yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Bandung, awal November lalu, tim UNY kembali menyabet gelar juara umum. Ini adalah gelar yang ketiga kalinya diraih setelah pada 2010 dan 2011 di ajang sama.

Tim UNY menjadi yang terbaik lewat mobil karya 10 mahasiswa bernama FE-MAX Electric Car (Fecar). Mobil ini dirakit sejak Mei 2012, tetapi baru benar-benar siap berlomba pada Oktober 2012. ”Kesulitan menciptakan mobil ini ada di kemudi. Kami harus mengubah kemudi agar dapat disetel sesuai kemiringan yang diinginkan,” kata Widodo, ketua tim.

Dia menjelaskan, Fecar sukses menggondol gelar juara umum setelah mendapat poin tertinggi dari hasil kalkulasi lima kategori, yakni kecepatan, percepatan, uji tanjakan,pengereman,dan efisiensi. Menurut dia, kelebihan Fecar terletak pada digunakannya modifikasi controller sehingga memiliki energi mesin yang kuat dengan top speed 60 km/jam yang dapat dicapai dalam waktu 7-8 detik.

Dengan dimensi mobil panjang 2 meter, lebar 1,28 meter, dan berat 189 kg, mobil listrik ini menggunakan empat motor BLDC kapasitas 2000 watt dan speed controller di atas 2000 watt sebagai mesin penggerak. Kemenangan beruntun tiga tahun berturut-turut membuat tim UNY makin optimistis dapat memproduksi massal mobil ini.Mereka berharap pada 2013 Fecar dapat direalisasi dan dilempar ke pasaran dengan harga jual Rp25 juta–30 juta. ratih keswara

sumber : http://www.seputar-indonesia.com/news/kompetisi-mobil-listrik-indonesia-tim-uny-kembali-sabet-juara





No
Kesalahan
Yang benar
1
tim UNY kembali menyabet gelar juara umum
Menyabet harusnya diganti kata meraih, karna objeknya adalah status yaitu gelar juara
2
diraih setelah pada 2010 dan 2011 di ajang sama
Setelah pada tidak masuk dalam eyd, harusnya seperti pada karna kegiatannya pernah dilakukan sebelumnya.
3
kemudi agar dapat disetel sesuai kemiringan yang diinginkan
Ambigu, setel yang dimaksud bisa setel pakaian lengkap atau setel mencocokan supaya sesuai. Harusnya diganti mengatur ulang
4
Fecar sukses menggondol gelar juara umum
Ambigu, menggondol (membawa dng mulut)untuk hewan atau menggondol mendapat piala atas kemenangan, harusnya diganti mendapat gelar juara
5
memproduksi massal mobil ini
Massal bisa juga sebagai orang, jadi untuk produksi sebaiknya menggunakan dalam jumlah banyak
6
Fecar dapat direalisasi dan dilempar ke pasaran
Dilempar adalah kata untuk tindakan yaitu melempar sesuatu, harusnya diganti dengan di jual atau di promosikan

maaf kalaupun yang saya benarkan masih salah, karna manusia tidak luput dari kesalahan