Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan
dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum, lawannya
induksi. Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik
kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya
mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari
dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. Pernyataan yang mendukung
silogisme disebut premis yang dibedakan sebagai premis mayor dan premis minor.
Berdasarkan kedua premis tersebut ditarik kesimpulan
Deduksi juga merupakan
suatu cara penalaran dengan menggunakan kriteria atau suatu keyakinan tertentu
untuk mendapatkan suatu kesimpulan kasus khusus atau spesifik. Sebuah
pernyataan yang dianggap mewakili sebuah kebenaran atau setidaknya sesuatu yang
dianggap benar yang memiliki implikasi implikasi tertentu yang dapat diturunkan
menjadi sebuah atau beberapa buah pernyataan yang lebih spesifik dan khusus,
merupakan salah satu dari ciri penalaran deduktif (deduksi). Dengan demikian
deduksi diawali oleh sebuah asumsi (entah itu dogma, atau apapun) yang kemudian
dilanjutkan dengan kesimpulan yang lebih khusus yang diturunkan dari asumsi
awal tersebut. Kesimpulan yang diambil harus merupakan turunan atau derivasi
dari asumsi atau pernyataan awal.
Metode ini diawali dari
pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi.
Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki
konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian
di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan
teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Ide pokok atau kalimat
utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat
kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama. Salah satu karakteristik
matematika adalah bersifat deduktif.
contoh berikut memakai
pola berpikir yang dinamakan silogismus, suatu pola berpikir yang
sering dipakai dalam menarik kesimpulan secara deduksi.
- Semua mahluk mempunyai mata
(Premis mayor)
- Si Polan adalah seorang
mahluk (Premis minor)
- Jadi si Polan mempunyai
mata (Kesimpulan)
Penarikan kesimpulan
secara deduksi harus memenuhi syarat:
Premis mayor harus
benar
Premis minor harus
benar
Kesimpulan harus sahih
(mempunyai keabsahan)
Sumber :
http://sidodolipet.blogspot.com/2010/05/berpikir-deduktif-induktif.html diakses pada tanggal 10 April 2013 Pukul 14:04 Wib
http://haqiqie.wordpress.com/2007/03/11/deduksi-berfikir-deduktif/ diakses pada tanggal 10 April 2013 Pukul 14:14 Wib
http://laizaemolife.blogspot.com/2009/11/penalaran-deduktif-induktif_04.html diakses pada tanggal 10 April 2013 Pukul 14:54 Wib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar