Rabu, 24 April 2013

Tugas Teknik Kompilasi (Analisa Leksikal)

NAMA      : Paring Sukarno
KELAS     : 3KA33
NPM         : 15110320

Analisa Leksikal Program Tunjangan  dengan COBOL


Hasil analisa leksilal:

        1. Identifier (TUNJ1, TUNJ2, TUNJ3)
        2. reserve word (boolean, integer, real, char, string, identifikasi, environment, data, prosedur)




Penjelasan : 
          Di program kedua ini kita akan membuat loop tapi dengan program tunjuangan gaji karyawan dan disini digunakan fungsi “GO TO..DEPENDING” yaitu Statement yang akan membawa proses program menuju ke suatu paragraf tertentu (dengan syarat). Dimulai lagi dari kolom ke-8 diisi dengan perintah “Identification Division” yaitu digunakan sebagai keterangan terhadap program yang dibuat.

          Lalu dibuat statement “Program-id. GO TO”, dan disini dibuat agar data dapat berjalan karena sesuai dengan program yang akan kita buat. Lalu dibuat perintah “Athor Asep” itu boleh digunakan boleh juga tidak, itu digunakan sebagai pengenal saja. Lalu ada “Environment Division”, yang ini berfungsi untuk sebagai informasi apa saja yang digunakan dalam program lalu ada “Data Division” yang berfungsi untuk memberikan penjelasan tentang input dan output yang akan kita buat.

          Setelah itu baru lanjut ke “Working-storage section” yaitu proses pembuatan program akan segera berkerja,setelah itu kita memulai untuk input data dengan “01 TANYA PIC X(1)”, itu berarti statement “TANYA” digunakan pict clause x(alphanumeric) dan diisi dengan 1 jenis dalam penginputan, lalu ada “88” “Lagi” dan “Tidak” yang yang memiliki value “Y” dan “T”, dari sini diketahui bahwa fungsi pict x(1) untuk pemilihan kondisi apakah ya/tidak dengan memiliih Y/T dan 88 adalah level number untuk kondisi.

          Dan 77 Pic 9 itu nantinya untuk pemilihan jenis pada gaji pegawai, apakah 1,2 atau 3 tetapi jika kita ketik 4 maka hasilnya akan keluar “Maaf Tidak Ada jabatan, ulangi!”, dan dari situ mulai masuk ke screen section dan mulai “Blank Screen” yang berarti akan membersihkan layar, lalu masuk ke “Procedure Division” dan disini digunakan statement GO TO..DEPENDING, dimulaii dari masukkan input berupa angka dan disini dimasukkan fungsi Masing Tunjangan seperti source di atas, lalu digunakan fungsi GO TO DEPENDING jika kita memasukkan data 1,2,3 pada “PILIH”.

          Maka akan keluar tunjangan sesuai fungsi tapi jika kita menggunakan sembarang angkka maka akan keluar “Maaf Tidak Ada jabatan, ulangi!”, dan kita akan ditanyakan apakah kita akan kembali bertanya, jika yam aka kita akan kembali ke menu “Plih” jika tidak maka kita akan selesai dengan tulisan “Terima kasih anda telah sign out”. Dan program pun selesai berjalan.



Jumat, 19 April 2013

Berpikir Deduktif


Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum, lawannya induksi. Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. Pernyataan yang mendukung silogisme disebut premis yang dibedakan sebagai premis mayor dan premis minor. Berdasarkan kedua premis tersebut ditarik kesimpulan

Deduksi juga merupakan suatu cara penalaran dengan menggunakan kriteria atau suatu keyakinan tertentu untuk mendapatkan suatu kesimpulan kasus khusus atau spesifik. Sebuah pernyataan yang dianggap mewakili sebuah kebenaran atau setidaknya sesuatu yang dianggap benar yang memiliki implikasi implikasi tertentu yang dapat diturunkan menjadi sebuah atau beberapa buah pernyataan yang lebih spesifik dan khusus, merupakan salah satu dari ciri penalaran deduktif (deduksi). Dengan demikian deduksi diawali oleh sebuah asumsi (entah itu dogma, atau apapun) yang kemudian dilanjutkan dengan kesimpulan yang lebih khusus yang diturunkan dari asumsi awal tersebut. Kesimpulan yang diambil harus merupakan turunan atau derivasi dari asumsi atau pernyataan awal.

Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.

Ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama. Salah satu karakteristik matematika adalah bersifat deduktif.
contoh berikut memakai pola berpikir yang dinamakan silogismus, suatu pola berpikir yang sering dipakai dalam menarik kesimpulan secara deduksi.
  • Semua mahluk mempunyai mata        (Premis mayor)
  • Si Polan adalah seorang mahluk         (Premis minor)
  • Jadi si Polan mempunyai mata           (Kesimpulan)
Penarikan kesimpulan secara deduksi harus memenuhi syarat:
Premis mayor harus benar
Premis minor harus benar
Kesimpulan harus sahih (mempunyai keabsahan)

 Sumber :


http://sidodolipet.blogspot.com/2010/05/berpikir-deduktif-induktif.html diakses pada tanggal 10 April 2013 Pukul 14:04 Wib
http://haqiqie.wordpress.com/2007/03/11/deduksi-berfikir-deduktif/ diakses pada tanggal 10 April 2013 Pukul 14:14 Wib
http://laizaemolife.blogspot.com/2009/11/penalaran-deduktif-induktif_04.html diakses pada tanggal 10 April 2013 Pukul 14:54 Wib