Agar komputer-komputer yang berada dalam wilayah Wireless Network bisa
sukses dalam mengirim dan menerima data, dari dan ke sesamanya, maka ada tiga
komponen dibutuhkan. Yaitu:
Sinyal Radio (Radio Signal).
Format Data (Data Format).
Struktur Jaringan atau Network (Network Structure).
Sinyal radio bekerja pada lapisan bawah yang biasa disebut dengan physical
layer, atau lapisan fisik. Lalu Format Data atau Data Format mengendalikan
beberapa lapisan diatasnya. Dan strukture jaringan berfungsi sebagai alat untuk
mengirim dan menerima sinyal radio.Saat akan mengirim data, peralatan-peralatan
Wireless tadi akan berfungsi sebagai alat yang mengubah data digital menjadi
sinyal radio. Lalu saat menerima, peralatan tadi berfungsi sebagai alat yang
mengubah sinyal radio menjadi data digital yang bisa dimengerti dan diproses
oleh komputer.
Setiap perubahan yang terjadi dalam medan magnet itu akan menciptakan
medan-medan listrik. Dan sebaliknya, setiap perubahan yang terjadi dalam
medan-medan listrik itu akan menciptaken medan-medan magnet.emudian, medan
magnet yang tercipta dari energy yang terlepas itu akan menciptakan medan
listrik di ruang bebas, yang kemudian akan menciptakan medan magnet lagi, lalu
medan listrik lagi, medan magnet lagi, dan seterusnya, hingga arus listrik yang
asli atau yang pertama terhenti (terputus, red).
Bentuk energy yang tercipta dari perubahan-perubahan ini, disebut dengan
radiasi elektromagnetik (electromagnetic radiation), atau biasa kita kenal
sebagai gelombang radio. Itu artinya, radio dapat di definisikan sebagai
radiasi dari energi elektromagnetik yang terlepas ke udara (ruang bebas).
Alat yang menghasilkan gelombang radio itu biasa dinamakan TRANSMITTER.
Lalu alat yang digunakan untuk mendeteksi dan menangkap gelombang radio yang
ada udara itu, biasa dinamakan RECEIVER. Agar kedua alat tadi (transmitter dan
receiver) lebih fokus saat mengirim, membuat pola gelombang, mengarahkan,
meningkatkan, dan menangkap sinyal radio, ke dan dari udara, maka dibantulah
dengan Antena
Agar tidak saling bertabrakan, gelombang radio yang akan dikirimkan ke
udara itu bisa diatur frequencynya. Yaitu dengan cara mengatur atau
memodifikasi arus listrik yang berada pada peralatan pengirim dan penerima tadi
(transmitter, receiver). Dan jarak yang menjadi pemisah antar frequency
dinamakan SPECTRUM. Lalu, bagian terkecil dari spectrum disebut dengan BAND.
Dan untuk mengukur jumlah perulangan dari satu gelombang ke gelombang yang
terjadi dalam hitungan detik, digunakanlah satuan HERTZ (Hz).
Hertz, diambil dari nama orang yang pertama kali melakukan percobaan
mengirim dan menangkap gelombang radio, yaitu HEINRICH HERTZ. Satu hertz
dihitung sebagai jarak antara satu gelombang ke gelombang berikutnya. Dan
sinyal radio itu umumnya berada pada frequency ribuan, jutaan, atau milyaran
hertz (KHz, MHz, GHz). Dengan mengatur frequency itulah maka sinyal radio bisa
tidak saling bertabrakan.